Range Network

Posted: 9 Oktober 2010 in Diagnosa LAN

Range Network secara bahasa artinya adalah Jarak Jangkauan Jaringan. Jadi maksudnya range network adalah jarak jangkauan suatu jaringan komputer.

Adapun pengertian lain yaitu Range Network adalah ruang lingkup dari sebuah network yang terdiri atas tiga komponen, yaitu Network Address, Available Address/Usable Address, dan Broadcast Address.
Network Address dan Broadcast Address tidak dapat digunakan sebagai alamat pada host. Hal ini dikarenakan keduanya mewakili network secara keseluruhan dalam komunikasiya.

Network Address
Berfungsi : untuk mewakili network ketika “penerimaan” paket data. Apabila paket data dikirimkan ke alamat ini maka asumsinya paket data ini dikirimkan ke seluruh network, bukan hanya ke satu host saja.

Broadcast Address
Berfungsi : mewakili network ketika “pengiriman” paket data. Jika paket data dikirimkan dari alamat ini, host penerima akan mendeteksi bahwa pengirimnya bukan satu host, melainkan dari satu network.
Kedua alamat ini tidak dapat diberikan kepada host. Kalaupun dipaksakan untuk diberikan maka system akan menolak untuk menerapkannya.

Available Address adalah sekumpulan Alamat IP yang diterapkan sebagai alamat host.

RANGE NETWORK

Sebuah network dalam realisasinya terdiri atas tiga komponen alamat. Yaitu Network Address, Available Address/Useable Address, dan Broadcast AddressNetwork Address dan Broadcast Address tidak dapat digunakan sebagai alamat pada host. Hal ini dikarenakan keduanya mewakili network secara keseluruhan dalam komunikasinya. Network Addressmewakili network ketika penerimaan paket data. Apabila paket data dikirimkan ke alamat ini maka asumsinya paket data ini dikirimkan ke seluruh network, bukan hanya ke satu host saja. Adapun Broadcast Address mewakili network ketika pengiriman paket data. Jika paket data dikirimkan dari alamat ini, host penerima akan mendeteksi bahwa pengirimnya bukan satu host, melainkan dari satu network. Kedua alamat ini tidak dapat diberikan pada host (seperti ditulis pada sub bab sebelumnya mengenai address khusus). Kalaupun dipaksakan untuk diberikan maka system akan menolak untuk menerapkannya. AdapunAvaliable Address adalah sekumpulan Alamat IP yang dapat diterapkan sebagai alamat host.

Dalam penulisannya Alamat IP menggunakan Dotted Decimal, akan tetapi proses pada formulanya menggunakan system bilangan biner. Karenanya untuk dapat menyelesaikan formula network, sebelumnya dotted decimal harus dikonversikan ke biner pada setiap segmennya.

Untuk dapt menentukan kapasitas sebuah network, formula yang dapat digunakan adalah:

a. Network Address: “And”kan antara Alamat IP dengan bit dari masking yang digunakan.

b. Broadcast Address: [Segmen yang mengandung bit host (0) pada Network + jumlah host] -1.

·            Network address merupakan angka yang didapat dari formula sebelumnya

·            Jumlah host didapat dari perpangkatan dua untuk bit host pada masking.

Contoh untuk masking:

255.255.255.0 (dotted decimal) jika dikonversikan pada binary, akan menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000, disana terlihat jumlah bit host (angka ‘0”) angka sejumlah 8 buah maka jumlah host pada network yang bersangkutan adalah =256 Alamat IP untuk host.

c. Available Address dimulai dari satu alamat IP setelah network address sampai satu address sebelum broadcast address

Contoh Kasus:

Untuk menentukan range network dari alamat IP 10.10.10.1 masking 255.255.255.0 adalah:

Sebelumnya konversikan dulu dotted decimal menjadi binary:

Alamat IP 10.10.10.1 = 00001010.00001010.00001010.00000001

Masking 255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000

·         Network Address

00001010.00001010.00001010.00000001

11111111.11111111.11111111.00000000 and

00001010.00001010.00001010.00000000

Hasil binary diatas apabila dikonversi ke dotted decimal, akan menjadi 10.10.10.0 jadi netwaork addressnya adalah 10.1010.0

·         Broadcast Address

[0 +) – 1 = [0 + 256) – 1 = 255

Jadi broadcast addressnya adalah 10.10.10.255.

·         Available Address = 10.10.10.1 s/d 10.10.10.254

Sehingga sebuah network setelah menjalani proses subneting akan menjadi beberapa subnetwork yang range-nya lebih kecil.

Subneting dilakukan dengan beberapa alas an, diantaranya:

1)      Menghemat penggunaan alamat IP, terutama public.

2)      Mengurangi tingkat kongesti (kemacetan) komunikasi data didalam jaringan.

3)      Mengatasi perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network

4)      Memecah Broadcast Domain.

Adapun proses dari subneting dapat dilakukan dengan cara memindahkan atau menggeser garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu alamat IP (yang difungsikan oleh masking). Beberapa bit dari bagian host-ID dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network-ID.Network Address pada satu jaringan tunggal dipecah menjadi beberapa subnetwork tentunya dengan range yang lebih kecil.

Proses subneting dapat membuat sejumlah network tambahan dengan mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut sehingga akan menjadikan beberapa host yang tadinya berada dalam satu network, bias jadi setela dilakukan proses subneting akan menjadi berbeda network sehingga untuk mengkoneksikannya diperlukan bantuandari fungsi router. Penyelesaian yang menghendaki proses subneting dapat dilakukan dengan beberapa lagkah.

Contoh:

Network 222.168.0.0/24 dapat didefinisikan mempunyai range network mulai dari 222.168.0.0 s/d 222.168.0.255, dengan available address sebanyak 254 buah.

d.     Tentukan range network awal.

e.     Tentukan range network setiap subnetwork (dengan menentukan masking untuk tiap subnetwork, ditentukan dengan cara  dengan n adalah jumlah bit host).

f.        Urutkan prioritas pemberian alokasi alamat IP dari subnetwork yang range-nya lebih luas.

g.     Berikan alokasi alamat IP berdasarkan prioritas

Dari netwo;rk di atas Network 222.168.0.0/24 apabila akan dibagi menjadi 4 subnetwork maka untuk menentukan range network untuk setiap subnetwork dapat diselesaikan dengan solusi:

·         Menentukan range setiaip subnetwork: [256]/4 = 64

·         Jadi panjang setiap subnetwork adalah 64 alamat IP, atau dapat menggunakan masking /26.

·         Tentukan range setiap subnetwork.

·         Subnetwork 1. 222.168.0.0/26 – 222.168.0.63/26

·         Subnetwork 2. 222.168.0.64/26 – 222.168.0.127/26

·         Subnetwork 3. 222.168.0.128/26 – 222.168.0.191/26

·         Subnetwork 4. 222.168.0.192/26 – 222.168.0.255/26

Untuk lebih jelas lagi, contoh kedua adalah proses subneting yan menginginkan subnetwork dengan lingkup 9range) ny bervariasi antara satu subnetwork dengan subnetwork lainnya.

Contohnya dari network 192.168.0.0/24 akan dibuat distribusi alamat untuk beberapa subnetwork dengan rincian sebagai berikut.

Network a. terdiri atas 5 pc

Network b. terdiri atas 15 pc

Network c. terdiri atas 25 pc

Network d. terdiri atas 35 pc

Solusi untuk menentukan range setiap subnetwork

·         Tentukan identitas/range network awal:

/24 = 256 alamat IP (192.168.0.0 – 192.168.0.255)

·         Tentukan range network setiap subnetwork (dengan cara menentukan masking untuk tiap subnetwork, ditentukan dengan cara , dengan n adalah bit host

·         Network a. terdiri atas 5pc             5+2=7 (jumlah pc+2 (network address dan broadcast address)) dibulatkan ke perpangkatan 2 selanjutnya, yaitu 8 (masking = /29).

·         Network b. terdiri atas 15pc     15+2=17 (jumlah pc+2 (network address dan broadcast address)) dibulatkan ke perpangkatan 2 selanjutnya, yaitu 32 (masking = /27).

·         Network c. terdiri atas 25pc        25+2=27 (jumlah pc+2 (network address dan broadcast address)) dibulatkan ke perpangkatan 2 selanjutnya, yaitu 32 (masking = /29).

·         Network a. terdiri atas 35pc    35+2=37 (jumlah pc+2 (network address dan broadcast address)) dibulatkan ke perpangkatan 2 selanjutnya, yaitu 64 (masking = /26).

Urutkan prioritas pemberian alokasi Alamat IP dari subnetwork yang range-nya lebih luas urutan subnetwork:D- C- B- A.

·         Subnetwork D:222.168.0.0/26 – 222.168.0.63/26

·         Subnetwork C:222.168.0.64/27 – 222.168.0.95/26

·         Subnetwork B:222.168.0.96/26 – 222.168.0.127/26

·         Subnetwork A:222.168.0.128/26 – 222.168.0.191/26

Alamat IP yang belum teralokasikan: 222.168.0.192 sampai dengan 222.168.0.255. Alamat IP yang belum teralokasikan ini dapat disubnetingkan lagi, dengan syarat range subnetwork yang dibuat selanjutnya tidak lebih besar dari subnetwork terkecil sebelumnya.

Sumber:”Teknik Komputer dan Jaringan”

http://samzgithu.blogspot.com

http://www.tantanrahman.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s